Air Minum PH Rendah

Air Minum pH Rendah dan Dampaknya Bagi Kesehatan

pH (Power of Hydrogen) adalah ukuran tingkat keasaman dan kebasaan sebuah cairan dengan skala 1-14. pH air minum yang baik dan normal pada umumnya adalah 6,0 – 8,5 dan air minum pH rendah adalah di bawah 6,0. Pada air minum dengan pH rendah cenderung mengandung logam berat yang lebih beracun, sehingga kurang baik jika kita konsumsi secara terus menerus.

Ukuran jumlah ion hidrogen yang ada pada keasaman atau kebasaan suatu larutan disebut sebagai tingkat pH.

Pada larutan asam, ion hidrogen bebas jumlahnya lebih banyak sedangkan pada larutan alkali ion hidrogen bebasnya lebih sedikit.

Kadar air dengan pH rendah disebut dengan asam, sedangkan yang mempunyai ph tinggi disebut dengan basa atau alkali.

Air Minum PH Rendah
Air Minum PH Rendah

Beberapa Penyebab Air Minum pH Rendah

Sebuah larutan air menjadi normal jika ada kestabilan antara ion hidrogen (H) dan hydroxide (OH), yang tidak melebihi asam maupun basa.

Air minum yang tidak ada kandungan kimia dan betul-betul murni dapat menghambat kestabilan H/OH.

Lalu apakah yang menyebabkan pH suatu larutan menjadi rendah?

Berikut ulasannya:

Kadar CO2 dalam Air

Tingginya kadar CO2 atau karbondioksida di atmosfer, mengakibatkan meningkatnya CO2 dalam air.

Hal inilah yang juga mengakibatkan pH air minum rendah karena konsentrasi H+ atau ion hidrogen menjadi meningkat.

Hal ini juga yang sering menjadi salah satu penyebab air minum pH rendah.

Pembusukan Bahan Organik Dalam Air

Pembusukan bahan organik yang ada dalam air dapat mempengaruhi pH air.

Senyawa organik yang ada di dalam air membentuk bahan organik yang mengandung unsur karbon (C).

Sehingga larutan air akan dengan mudah teroksidasi menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O).

Hal ini akan berefek pada menurunnya kadar oksigen dan pH dalam air, sehingga air menjadi bersifat asam.

Bahan-bahan organik yang membusuk tersebut bisa berasal dan dipengaruhi oleh aliran sungai atau lingkungan sekitar.

Sehingga sangat mungkin sekali pH rendah yang dikonsumsi oleh masyarakat adalah hasil dari sumber tersebut.

Suhu atau Temperatur Dalam Air

Suhu atau temperatur yang cenderung lebih rendah, akan menambah kadar CO2 yang ada dalam air laut dan dapat mengurangi pH air.

Karena suhu yang ada di dalam air rendah, maka konsentrasi karbon organik menjadi tinggi.

Dengan begitu pH air laut akan menjadi turun dan menyebabkan menurun

Faktor yang Mempengaruhi pH Air Rendah

Beberapa faktor yang mempengaruhi air air minum pH rendah adalah dari sumbernya.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar pH antara lain adalah hujan, tanah yang bersifat asam dan air sumber bersifat asam serta kandungan mineral.

Selain itu, kadar alkalinitas rendah, adanya aktivitas bakteri dan fitoplankton juga menjadi faktor yang mempengaruhi

Dampak pH Air Minum Bagi Kesehatan

Kadar pH yang terdapat pada larutan air minum yang normal umumnya adalah 6 sampai 7.

Selain air minum memiliki kandungan rendah, ada juga juga air minum dengan kadar lebih tinggi, yaitu 8 sampai 9.

Air minum dengan tinggi sering disebut dengan air alkali, dan beberapa orang mempercayai bahwa air ini baik untuk kesehatan.

Beberapa ahli meneliti air minum dengan tingkat derajat keasaman tinggi mengandung kalsium dan bikarbonat yang dapat menetralkan kadar asam dalam tubuh.

Kandungan tersebut memiliki manfaat dapat membantu menghambat resorpsi tulang, sehingga tulang tetap sehat dan kuat.

Sedangkan air minum low lebih tinggi kadar asamnya, sehingga mengandung banyak logam beracun yang buruk bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Air Minum pH Tinggi (Alkali)

Beberapa studi menunjukkan hasil bahwa banyak manfaat daripada air minum pH tinggi atau air alkali.

Air alkali dapat menurunkan tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan lemak dalam tubuh.

Selain itu, air alkali juga dapat menonaktifkan pepsin dalam lambung secara permanen.

Berbeda dengan kadar alkali atau pH air minum yang tinggi berpotensi mengatasi atau bermanfaat untuk dehidrasi karena olahraga.

Namun penelitian ini masih belum terbukti secara skala besar, sehingga masih perlu penelitian dan pengkajian lebih lanjut.

Baca Juga Lainnya

Air Limbah Rumah Tangga Dapat mencemari Lingkungan

Efek Samping Air Alkali pH 7 up jika digunakan untuk minum

Meskipun memiliki banyak manfaat dan aman untuk diminum, air alkali juga memiliki efek samping setelah meminumnya.

Kebanyakan minum air alkali dapat menyebabkan alkalosis metabolik yang dapat menurunkan jumlah kalsium bebas dalam tubuh.

Gejala yang timbul karena alkalosis antara lain mual, muntah, otot berkedut, kesemutan pada tangan, kaki, dan wajah, dan tangan gemetar.

Efek samping yang lain dari minum air alkali yang pH nya terlalu tinggi dapat menurunkan keasaman lambung yang alami.

Karena asam lambung alami berfungsi untuk memberantas kuman dan bakteri yang ada dalam aliran darah.

Sama halnya dengan air minum derajat keasaman rendah yang juga cenderung kurang aman.

Total Dissolved Solid (TDS)

Selain kadar pH, parameter yang menjadi bahan penelitian dalam air minum adalah Total Dissolved Solid (TDS) atau total zat terlarut.

TDS menandakan jumlah larutan atau konsentrasi jumlah yang bermuatan positif (ion kation) dan bermuatan negatif (anion) di dalam air.

Jumlah zat yang terlarut dalam TDS digambarkan dengan Part Per Million (PPM) atau miligram per Liter (mg/L).

Telah disebutkan bahwa kadar pH normal pada air minum atau jenis air bersih yang baik adalah berkisar 6,0 – 8,5,

Namun untuk parameter TDS tidak boleh lebih dari 500 ppm.

TDS berkaitan dengan rasa air minum seperti rasa sangat baik, baik, dan tidak dapat diterima.

Untuk air minum dengan rasa sangat baik memiliki TDS kurang dari 300 mg/liter, baik TDSnya antara 300 sampai 600 mg/liter, dan tidak dapat diterima memiliki TDS lebih dari 1200 mg/liter.

pH dan TDS Dalam Minuman

Untuk mengukur derajat keasaman atau kebasaan dalam suatu larutan atau air minum dalam kemasan adalah menggunakan pH.

Air murni dan memiliki kadar 7,0 bersifat netral pada suhu 25°C.

Dan air minum rendah pH Airnya kurang dari 7,0,

Air minum tersebut dikatakan bersifat asam, sedangkan jika lebih dari 7,0 dikatakan bersifat basa atau alkali.

Minuman dengan pH antara 1,8 contohnya air jeruk nipis, pH hingga 8,5 misalnya soda kue,

Sedangkan minuman dengan pH 1,5 terdapat pada cairan lambung.

Menurut WHO, sebaiknya TDS yang ada pada air untuk dikonsumsi yang kita konsumsi di atas 100 ppm atau mg/l.

TDS yang kurang dari 100 ppm, memang masih tergolong aman untuk diminum, namun masih kurang bervitamin.

Pada umumnya, jika terjadi peningkatan TDS dalam air, maka akan menyebabkan peningkatan kesadahan dalam air.

Baca Artikel Lainnya

Ukuran Septic tank

Kesimpulan

Kesimpulan dari semua pembahasan tentang kadar air adalah bahwa standar pH air minum yang baik untuk kesehatan adalah antara 6,5 – 8,5.

Air minum pH rendah memiliki asam lebih tinggi dan mengandung logam beracun dan tidak layak untuk diminum.

Kadar pH tinggi atau alkali dengan kadar masih di batas normal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *