Kebutuhan terhadap air bersih tidak selalu membutuhkan instalasi berkapasitas besar. Untuk desa, kawasan permukiman kecil, pesantren, sekolah, fasilitas umum, perkebunan, kawasan wisata hingga program CSR perusahaan, IPA Air Bersih kapasitas 0,5 liter per detik dapat menjadi salah satu pilihan yang efisien dan relatif ringkas. Sistem ini dikenal sebagai Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau dalam istilah internasional disebut Water Treatment Plant (WTP). Fungsinya adalah mengolah air baku yang kualitasnya belum sesuai kebutuhan menjadi air hasil olahan dengan kualitas yang lebih baik sesuai target pemanfaatannya.
Water Treatment Plant merupakan bagian utama dalam sistem pengolahan air, sedangkan konfigurasi prosesnya dapat berbeda-beda tergantung sumber dan kualitas air baku. Untuk kapasitas kecil seperti 0,5 liter/detik, sistem dapat dibuat dalam bentuk package plant yang kompak menggunakan material baja maupun fiberglass/FRP. Dengan desain yang tepat, IPA tidak harus membutuhkan area luas dan bangunan sipil yang rumit. Sistem dapat dirancang modular sehingga fabrikasi sebagian besar dilakukan di workshop, kemudian unit dikirim dan dipasang di lokasi proyek.
Apa Itu IPA Air Bersih 0,5 Liter/Detik?
IPA Air Bersih 0,5 liter/detik adalah sistem pengolahan air dengan kapasitas desain sekitar: 0,5 liter/detik = 1,8 m³/jam
Apabila secara teoritis beroperasi selama 24 jam, kapasitas hidrolisnya dapat mencapai sekitar: 43,2 m³/hari.
Namun dalam perencanaan nyata, kapasitas produksi efektif perlu memperhitungkan beberapa faktor seperti waktu operasi, pencucian filter atau backwash, ketersediaan air baku, kapasitas reservoir, serta kebutuhan air di lokasi.
Karena itu, desain sebaiknya tidak hanya didasarkan pada pertanyaan: “Berapa liter per detik yang dibutuhkan?”
Tetapi juga harus melihat berapa kebutuhan air per hari, berapa jam sistem akan beroperasi dan seperti apa kualitas air bakunya. Hal tersebut sangat penting agar kapasitas WTP tidak terlalu kecil tetapi juga tidak terlalu besar sehingga investasi dan biaya operasional menjadi tidak efisien.
Ringkasan Cepat Water Treatment Plant 0,5 Liter/Detik
- IPA Air Bersih kapasitas 0,5 liter per detik adalah solusi efisien untuk kebutuhan air bersih di desa dan kawasan kecil.
- Desain water treatment plant harus disesuaikan dengan sumber air dan kualitasnya, bukan hanya kapasitasnya.
- Sistem ini dapat menggunakan material baja atau fiber, masing-masing memiliki kelebihan sesuai kebutuhan proyek.
- Proses pengolahan air melibatkan serangkaian langkah, mulai dari intake hingga desinfeksi, yang harus dirancang secara terintegrasi.
- Penting untuk melakukan uji kualitas air baku sebelum menentukan sistem IPA Air Bersih yang tepat.
Estimated reading time: 17 menit
Daftar isi
- Apa Itu IPA Air Bersih 0,5 Liter/Detik?
- IPA Air Bersih Cocok Digunakan untuk Apa?
- Bagaimana Proses IPA Air Bersih Bekerja?
- Mengapa Tidak Semua WTP Memiliki Proses yang Sama?
- IPA Air Bersih Material Baja
- IPA Air Bersih Material Fiber
- Baja atau Fiber, Mana yang Lebih Baik?
- Cara Menentukan IPA Air Bersih 0,5 Liter/Detik yang Tepat
- Keuntungan Package Water Treatment Plant 0,5 Liter/Detik
- Pentingnya Uji Kualitas Air Sebelum Membuat IPA
- Konsultasi Desain IPA Air Bersih 0,5 Liter/Detik
- FAQ IPA Air Bersih

IPA Air Bersih Cocok Digunakan untuk Apa?
Kapasitas 0,5 liter/detik termasuk kategori instalasi relatif kecil sehingga menarik untuk berbagai kebutuhan yang tidak memerlukan WTP skala PDAM besar. Penerapannya antara lain untuk desa dan permukiman, fasilitas pendidikan atau pesantren, tempat ibadah, kantor dan fasilitas publik, perkebunan, kawasan wisata, vila atau resort kecil, fasilitas industri dengan kebutuhan air terbatas, program penyediaan air bersih CSR, serta kawasan yang memiliki sumber air tetapi kualitasnya belum memadai.
Di daerah dengan akses air bersih yang terbatas, permasalahannya sering kali bukan tidak adanya air sama sekali.
Air tersedia dari sungai, mata air, sumur maupun sumber permukaan lainnya, tetapi dapat memiliki masalah seperti kekeruhan, warna, kandungan besi dan mangan, material tersuspensi atau parameter lain.
Di sinilah fungsi Pengolahan Air Bersih menjadi penting. Air baku diperiksa terlebih dahulu, kemudian teknologi pengolahan ditentukan berdasarkan karakteristik air tersebut.
Bagaimana Proses IPA Air Bersih Bekerja?
Tidak semua air dapat diolah menggunakan konfigurasi yang sama. Kesalahan yang cukup umum adalah menentukan peralatan terlebih dahulu tanpa mengetahui kualitas air baku.
Padahal desain Water Treatment Plant seharusnya dimulai dari analisis air.
Secara umum, untuk sumber air permukaan dengan kekeruhan dan padatan tersuspensi, proses dapat terdiri dari beberapa tahapan berikut.
1. Intake Air Baku
Air dari sumber dialirkan atau dipompa menuju IPA. Sumber air dapat berasal dari sungai, mata air, embung, danau, sumur atau sumber air lainnya.
Pada tahap awal dapat dipasang penyaringan kasar untuk mencegah sampah, daun atau material berukuran besar masuk ke dalam sistem.
2. Dosing Bahan Kimia
Apabila air baku mengandung kekeruhan atau partikel koloid yang sulit mengendap secara alami, dapat digunakan bahan kimia pengolahan air. Jenis maupun dosis bahan kimia tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan asumsi.
Idealnya dilakukan pemeriksaan kualitas air serta jar test untuk menentukan bahan dan dosis yang efektif.
3. Koagulasi
Pada proses koagulasi, bahan koagulan dicampurkan dengan air secara cepat agar partikel koloid yang stabil dapat mengalami destabilisasi. Tahapan koagulasi merupakan salah satu proses yang umum digunakan pada pengolahan air permukaan.
4. Flokulasi
Setelah koagulasi, air dialirkan menuju proses flokulasi. Pada tahap ini partikel-partikel kecil dikondisikan agar bergabung membentuk flok yang lebih besar sehingga lebih mudah dipisahkan pada proses berikutnya.
5. Sedimentasi
Flok yang sudah terbentuk kemudian dipisahkan dari air melalui proses pengendapan. Unit sedimentasi dapat dirancang secara konvensional maupun menggunakan sistem tertentu untuk menghasilkan instalasi yang lebih kompak.
SNI 6774:2008 mengenai perencanaan unit paket instalasi pengolahan air antara lain memuat istilah dan proses seperti koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, serta unit paket IPA. Standar tersebut juga menggambarkan bahwa unit paket dapat dibuat dari material seperti baja maupun plastik/fiber.
6. Filtrasi
Air dari proses pengendapan selanjutnya dapat dilewatkan melalui unit filtrasi. Media dan susunan filter ditentukan sesuai kebutuhan pengolahan.
Pada sistem tertentu dapat digunakan sand filter, multimedia filter, media khusus Fe-Mn, activated carbon atau kombinasi media lainnya. Karena karakteristik air baku berbeda di setiap lokasi, jenis media juga tidak seharusnya disamaratakan.
7. Desinfeksi
Untuk aplikasi tertentu, tahap akhir dilengkapi proses desinfeksi. Tujuannya adalah membantu mengendalikan mikroorganisme sebelum air masuk ke reservoir dan digunakan atau didistribusikan.
Jenis desinfeksi dan dosisnya kembali perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaan serta kualitas air yang ingin dicapai.
Mengapa Tidak Semua WTP Memiliki Proses yang Sama?
WTP merupakan sebuah sistem pengolahan.
Sebagai contoh, air sungai yang keruh membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan air sumur yang relatif jernih tetapi memiliki kandungan besi dan mangan tinggi. Begitu juga air berwarna, air dengan hardness tinggi atau air dengan karakteristik tertentu akan membutuhkan konfigurasi pengolahan berbeda.
Karena itu sebelum menentukan harga dan spesifikasi IPA, sebaiknya tersedia minimal:
- sumber air baku;
- debit sumber air;
- hasil analisis laboratorium;
- kebutuhan air per hari;
- jam operasional;
- target kualitas air hasil pengolahan.
Dari data tersebut barulah dapat ditentukan proses, ukuran unit, jenis media filter, kapasitas pompa dan kebutuhan dosing.
IPA Air Bersih Material Baja
Ini merupakan bagian penting yang perlu dipahami calon pengguna. Water Treatment Plant bukan sekadar tangki filter.
Salah satu pilihan konstruksi adalah IPA baja. Material baja banyak digunakan untuk unit pengolahan air karena dapat dibuat menjadi struktur yang kuat dan bentuk baknya relatif fleksibel. Untuk unit paket, bagian-bagian seperti koagulasi, flokulasi dan sedimentasi dapat diintegrasikan dalam satu struktur.
Keunggulan IPA Baja
IPA berbahan baja memiliki beberapa keuntungan terutama untuk sistem yang membutuhkan kekuatan struktur yang baik. Dimensi dapat dibuat sesuai kebutuhan proses dan kondisi lokasi. Peralatan tambahan seperti walkway, handrail, tangga, pipa maupun dudukan equipment juga relatif mudah diintegrasikan dalam konstruksi.
Dengan sistem proteksi permukaan yang sesuai, IPA baja dapat digunakan untuk berbagai proyek pengolahan air. Material dan sistem coating tentunya perlu disesuaikan dengan lingkungan instalasi serta karakteristik air.
IPA Air Bersih Material Fiber
Alternatif lainnya adalah IPA fiber atau FRP. Material fiberglass banyak diminati untuk unit berkapasitas kecil sampai menengah karena bobotnya lebih ringan serta mempunyai ketahanan yang baik terhadap korosi.
Untuk lokasi pedesaan atau area yang akses konstruksinya terbatas, desain IPA fiber yang modular dapat menjadi pilihan menarik. Unit dapat difabrikasi terlebih dahulu kemudian dibawa ke lokasi untuk dilakukan instalasi dan penyambungan peralatan.
Keunggulan IPA Fiber
Beberapa pertimbangan penggunaan FRP antara lain bobot struktur relatif ringan, tidak mengalami korosi seperti logam, tampilan bersih, dapat dibuat modular dan cocok untuk package water treatment plant.
Namun pemilihan antara baja atau fiber tidak seharusnya sekadar berdasarkan harga. Kondisi lokasi, dimensi sistem, akses transportasi, sisi struktur dan metode pemasangan tetap perlu dipertimbangkan.
Baja atau Fiber, Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada satu material yang selalu paling baik untuk seluruh proyek. Untuk instalasi berkapasitas 0,5 liter/detik, kedua material dapat digunakan selama desain konstruksinya benar.
Baja menarik apabila diperlukan konstruksi yang kokoh, konfigurasi custom dan integrasi struktur yang lebih kompleks.
Sedangkan fiber menarik untuk sistem kompak yang membutuhkan material ringan dan tahan terhadap korosi. Penentuan akhirnya sebaiknya berdasarkan Desain teknis proyek.
Dengan demikian calon pengguna tidak sekadar membeli sebuah tangki, tetapi mendapatkan sistem IPA yang sesuai dengan karakteristik air dan kondisi lapangan.
Cara Menentukan IPA Air Bersih 0,5 Liter/Detik yang Tepat
Waktu yang dibutuhkan: 7 jam dan 30 menit
Panduan menentukan IPA Air Bersih kapasitas 0,5 liter/detik mulai dari menghitung kebutuhan air, memeriksa kualitas air baku, menentukan proses Water Treatment Plant, memilih material baja atau fiber, hingga commissioning sistem.
- Hitung kebutuhan air bersih
Tentukan kebutuhan air harian berdasarkan jumlah pengguna, aktivitas, dan jam operasional. Kapasitas 0,5 liter/detik setara sekitar 1,8 m³/jam atau maksimum teoritis sekitar 43,2 m³/hari jika beroperasi selama 24 jam.
Kapasitas WTP sebaiknya ditentukan berdasarkan kebutuhan aktual, bukan hanya berdasarkan ukuran pompa. - Tentukan sumber air baku
Identifikasi sumber air yang akan diolah, seperti air sungai, mata air, sumur bor, embung, atau sumber air permukaan lainnya.
Jenis sumber air sangat memengaruhi desain Water Treatment Plant karena setiap sumber mempunyai karakteristik kualitas air yang berbeda.
Contohnya, air permukaan umumnya lebih berisiko mengalami perubahan kekeruhan, sedangkan air tanah dapat memiliki permasalahan Fe, Mn, hardness, atau parameter lainnya. - Lakukan uji kualitas air baku
Sebelum menentukan teknologi IPA Air Bersih, lakukan pemeriksaan kualitas air di laboratorium.
Parameter yang diperiksa dapat disesuaikan dengan sumber air dan tujuan penggunaannya. Beberapa parameter awal yang sering menjadi perhatian antara lain:
pH, kekeruhan, TSS, Fe, Mn, warna, TDS, hardness, alkalinitas, dan parameter mikrobiologi.
Hasil laboratorium menjadi dasar untuk menentukan proses pengolahan yang tepat. - Tentukan proses Water Treatment Plant
Setelah karakteristik air diketahui, tentukan proses pengolahannya.
Untuk air permukaan yang mempunyai kekeruhan cukup tinggi, konfigurasi sistem dapat berupa:
Intake → Koagulasi → Flokulasi → Sedimentasi → Filtrasi → Desinfeksi → Reservoir
Namun konfigurasi tersebut tidak harus digunakan pada semua proyek.
Air sumur dengan kandungan Fe dan Mn, misalnya, dapat membutuhkan aerasi, oksidasi, filtrasi media khusus, atau proses lain sesuai karakteristik air.
Karena itu WTP Air Bersih harus dirancang berdasarkan kualitas air baku, bukan menggunakan satu sistem untuk seluruh kondisi air. - Pilih material IPA baja atau fiber
Untuk kapasitas 0,5 liter/detik, instalasi dapat dibuat menggunakan material baja maupun fiberglass/FRP.
IPA fiber cocok untuk sistem kompak, relatif ringan, tahan korosi, dan mudah difabrikasi menjadi package plant.
Sementara IPA baja dapat dipilih ketika dibutuhkan konstruksi lebih kokoh, dimensi khusus, atau integrasi struktur yang lebih kompleks.
Pemilihan material sebaiknya mempertimbangkan kondisi lokasi, akses transportasi, kapasitas sistem, metode pemasangan, dan maintenance. - Tentukan peralatan pendukung WTP
Selanjutnya tentukan equipment yang diperlukan untuk menjalankan sistem secara lengkap.
Untuk IPA Air Bersih 0,5 liter/detik, peralatan dapat terdiri dari pompa air baku, dosing pump, tangki bahan kimia, pompa transfer, filter vessel, panel kontrol, piping, valve, flow meter, pressure gauge, serta reservoir air bersih.
Jenis dan jumlah peralatan harus mengikuti desain proses.
Jangan menentukan equipment hanya berdasarkan harga karena kesesuaian kapasitas dan fungsi setiap komponen akan memengaruhi performa keseluruhan instalasi. - Tentukan layout dan akses maintenance
Buat layout instalasi yang menyediakan ruang cukup untuk operator melakukan inspeksi dan maintenance.
Perhatikan akses menuju pompa, dosing chemical, panel kontrol, valve, filter, serta jalur untuk penggantian media.
Untuk package Water Treatment Plant, desain kompak memang menghemat lahan, tetapi jangan membuat jarak antarequipment terlalu sempit.
Layout yang baik akan mempermudah pengoperasian dan mengurangi kesulitan maintenance di kemudian hari. - Fabrikasi, instalasi dan commissioning
Setelah desain disetujui, sistem dapat masuk ke tahap fabrikasi dan pemasangan. Sebelum digunakan secara penuh, lakukan commissioning Water Treatment Plant untuk memastikan seluruh pompa, dosing system, valve, panel, filter, dan proses pengolahan bekerja sesuai desain.
Tahap commissioning juga dapat mencakup pengaturan dosis kimia, pemeriksaan debit, proses backwash, serta pengambilan sampel air hasil pengolahan.
Apabila hasil pengolahan belum sesuai target, dilakukan penyesuaian proses sebelum sistem diserahterimakan.
Setelah seluruh tahapan dilakukan, IPA Air Bersih 0,5 liter/detik dapat dirancang sesuai kondisi sumber air dan kebutuhan pengguna.
Hal yang paling penting adalah tidak memilih sistem hanya berdasarkan kapasitas atau bentuk tangki.
Water Treatment Plant yang baik harus dimulai dari karakteristik air baku, kebutuhan air, desain proses, dan target kualitas air hasil pengolahan.

Keuntungan Package Water Treatment Plant 0,5 Liter/Detik
Konsep package Water Treatment Plant sangat relevan untuk kapasitas kecil. Dibandingkan membangun seluruh unit menggunakan konstruksi sipil permanen, sistem paket memungkinkan sebagian besar unit dibuat di workshop.
Hal ini dapat memberikan beberapa keuntungan seperti kebutuhan lahan relatif lebih kecil, waktu instalasi di lokasi lebih singkat, sistem lebih mudah distandardisasi, kualitas fabrikasi lebih mudah dikontrol dan memungkinkan pemindahan atau pengembangan instalasi dalam kondisi tertentu.
Konsep paket juga relevan untuk penyediaan air bersih di wilayah pedesaan, area proyek maupun program CSR. SNI mengenai unit paket IPA sendiri mendeskripsikan unit paket sebagai sistem kompak yang dapat dibuat di suatu tempat, kemudian dirakit di lokasi lainnya.
Sistem Pendukung IPA Air Bersih
Sebuah instalasi tidak hanya terdiri dari bak pengolahan. Pada WTP Air Bersih 0,5 liter/detik, sistem dapat dilengkapi beberapa peralatan pendukung sesuai kapasitas pengolahan air bersih, seperti pompa air baku, dosing pump, tangki bahan kimia, pompa transfer, filter vessel, piping dan valve, panel kontrol, flow meter, pressure gauge dan reservoir air bersih.
Untuk meningkatkan kemudahan operasi, sistem juga dapat dibuat dalam konfigurasi manual, semi otomatis atau otomatis sesuai kebutuhan proyek.
Namun otomatisasi bukan berarti seluruh instalasi dapat ditinggalkan tanpa pengawasan. Operator tetap perlu memahami pengoperasian sistem, pemeriksaan bahan kimia, pencucian filter dan pemeliharaan peralatan.
IPA Air Bersih yang baik bukan sekadar rangkaian tangki dan filter, tetapi sistem pengolahan yang dirancang berdasarkan kualitas air baku, kapasitas kebutuhan, serta target mutu air hasil pengolahan
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) perlu memperhatikan kualitas air baku, kapasitas, unit operasi, unit proses, serta kriteria perencanaan pengolahan air sebagaimana diatur dalam SNI 6774:2025 tentang Tata Cara Perencanaan Instalasi Pengolahan Air.
Pentingnya Uji Kualitas Air Sebelum Membuat IPA
Salah satu tahap paling penting sebelum membuat IPA Air Bersih adalah melakukan analisis kualitas air baku. Hasil laboratorium membantu engineer memahami masalah air yang sebenarnya.
Contohnya, air terlihat jernih belum tentu tidak memiliki kandungan tertentu. Sebaliknya, air terlihat keruh belum tentu membutuhkan teknologi yang sangat rumit.
Karena itu sebaiknya hindari membeli sistem hanya berdasarkan foto produk atau kapasitas pompa.
WTP harus dirancang berdasarkan: air baku → proses pengolahan → target air hasil olahan.
Prinsip sederhana tersebut sangat menentukan keberhasilan instalasi.
Berapa Lahan yang Dibutuhkan?
Kebutuhan area untuk WTP kapasitas 0,5 liter/detik sangat bergantung pada konfigurasi. Untuk sistem package plant, desain dapat dibuat cukup kompak karena beberapa proses pengolahan ditempatkan dalam satu unit.
Namun lahan tetap perlu menyediakan ruang yang memadai untuk operasi dan maintenance, pembukaan valve, pengisian bahan kimia, penggantian media filter, akses panel listrik, akses pompa serta jalur operator. Jangan membuat layout terlalu sempit hanya untuk menghemat beberapa meter persegi.
Siapa yang Cocok Menggunakan IPA 0,5 Liter/Detik?
Kapasitas ini menarik bagi pengguna yang kebutuhan airnya tidak terlalu besar tetapi membutuhkan sistem pengolahan yang lebih terencana dibandingkan sekadar memasang filter.
Misalnya sebuah desa mempunyai sumber air permukaan tetapi keruh pada musim hujan.
Daripada langsung mendistribusikan air baku, dapat dirancang IPA Air Bersih skala kecil lengkap dengan proses pengolahan dan reservoir.
Pendekatan serupa dapat diterapkan pada kawasan wisata, pesantren, sekolah, perkebunan maupun fasilitas sosial. Yang terpenting adalah kapasitas produksi disesuaikan dengan kapasitas. Kemudahan maintenance harus dipikirkan sejak tahap desain.
Jangan Hanya Membeli Filter, Rancang Sistemnya
Kesalahan dalam proyek pengolahan air sering bermula ketika pembelian peralatan dilakukan satu per satu tanpa desain proses yang jelas. Membeli sand filter saja belum tentu menyelesaikan masalah kekeruhan.
Menambahkan carbon filter juga belum tentu menyelesaikan Fe atau Mn. Demikian pula menambahkan banyak bahan kimia tanpa jar test belum tentu menghasilkan air yang lebih baik.
Karena itulah sebuah Water Treatment Plant sebaiknya dirancang sebagai satu kesatuan sistem. Mulai dari pengambilan air baku, pretreatment, pengolahan utama, filtrasi, desinfeksi, reservoir hingga distribusi perlu dipertimbangkan secara terintegrasi.
Konsultasi Desain IPA Air Bersih 0,5 Liter/Detik
Setiap sumber air memiliki karakteristik berbeda sehingga desain IPA Air Bersih sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi aktual lapangan dan hasil pemeriksaan air.
Untuk kapasitas 0,5 liter per detik, sistem dapat dibuat menggunakan material baja maupun fiberglass, dengan konfigurasi proses yang disesuaikan terhadap kualitas air baku dan kebutuhan pengguna.
Toya Arta Sejahtera dapat membantu mulai dari analisis kebutuhan, desain proses, engineering, fabrikasi, instalasi hingga commissioning Water Treatment Plant.
Sebelum menentukan spesifikasi dan harga, siapkan beberapa informasi awal seperti lokasi proyek, sumber air, hasil uji laboratorium jika tersedia, kapasitas air per hari serta foto area instalasi.
Dari data tersebut, sistem dapat dirancang lebih tepat dan investasi menjadi lebih terarah.
Siapkan informasi awal berupa:
lokasi proyek + sumber air + kebutuhan air + hasil laboratorium + foto lokasi.
Dari data tersebut, konfigurasi sistem dapat dirancang lebih tepat sesuai kebutuhan proyek.
FAQ IPA Air Bersih
Pada konteks pengolahan air bersih, IPA adalah Instalasi Pengolahan Air, sedangkan WTP merupakan singkatan Water Treatment Plant. Dalam penggunaan teknis di Indonesia, kedua istilah tersebut sering digunakan untuk menjelaskan fasilitas pengolahan air.
Secara hidrolis kapasitasnya sekitar 1,8 m³ per jam, atau maksimum teoritis sekitar 43,2 m³ per hari jika beroperasi terus-menerus selama 24 jam. Produksi aktual dapat lebih rendah karena jam operasi, pencucian filter dan kondisi proses.
Bisa. Unit paket instalasi pengolahan air dapat dirancang menggunakan material seperti baja maupun fiber/plastik dengan desain struktur yang sesuai.
Tidak. Konfigurasi proses harus mengikuti kualitas air baku. Air permukaan dengan kekeruhan tinggi dapat membutuhkan koagulasi-flokulasi dan sedimentasi, sedangkan sumber air dengan masalah berbeda dapat membutuhkan konfigurasi treatment yang berbeda.
