limbah organik dan anorganik adalah penggolongan limbah berdasarkan

Limbah organik dan anorganik adalah penggolongan limbah berdasarkan

Kita pasti sering mendengar mengenai jenis-jenis limbah yang paling umum ditemukan adalah jenis limbah organik dan anorganik. Namun tidak semua orang mengetahui apa perbedaan antara kedua jenis limbah tersebut. Sekaligus adanya limbah organik dan anorganik adalah penggolongan limbah berdasarkan apa. Sebelum membahas kedua jenis limbah ini lebih jauh, ada baiknya untuk mengetahui mengenai pengertian limbah itu sendiri. 

limbah organik dan anorganik adalah penggolongan limbah berdasarkan
limbah organik dan anorganik adalah penggolongan limbah berdasarkan

Adanya Limbah Organik dan Anorganik Adalah Penggolongan Limbah Berdasarkan

Limbah bisa diartikan sebagai bahan sisa dari pembuangan yang sudah tidak bisa dipakai atau diolah kembali.

Limbah menjadi hasil sisa produksi baik dari alam maupun aktivitas manusia di Bumi ini.

Jika tidak dikelola dengan baik, limbah menimbulkan resiko akan mencemari manusia dan mempengaruhi kehidupan manusia secara luas.

Berikut ini adalah karakteristik limbah secara keseluruhan. 

Karakteristik dari Limbah 

Secara umum yang dikatakan limbah harus memiliki karakteristik  ukuran yang mencapai mikro, sifatnya yang dinamis, memiliki penyebaran dengan dampak luas dan berjangka panjang.

Namun ada karakteristik lain dari limbah jika dilihat dari unsur fisik, kimia, dan biologinya. 

Untuk unsur fisik dilihat dari bentuknya seperti kepadatan, baunya, suhu, dan warna limbah sendiri.

Sedangkan untuk unsur kimia tentunya dilihat dari berdasarkan kandungan bersifat kimiawi yang ada pada limbah.

Untuk unsur biologi sendiri dinilai dari seberapa besarnya pengaruh limbah pada kualitas air.

Terutama pada kualitas air sebagai air minum dan air bersih. 

Dari karakteristik yang ada limbah ini, limbah dipisahkan menjadi beberapa jenis dan beberapa kategori.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis dan kategori limbah. 

Kategori Limbah Berdasarkan Berbagai Sisi 

Tidak hanya berdasarkan karakteristiknya, limbah juga bisa dibedakan dari jenisnya.

Umumnya ada beberapa kategori pembeda dari limbah.

Pertama dari mana limbah tersebut dihasilkan atau bersumber dan selanjutnya adalah senyawa atau kandungan yang ada pada dalam limbah.

Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya. 

Limbah Berdasarkan Sumbernya

Jika dilihat berdasarkan sumbernya maka ada lima jenis limbah yang utama.

Yaitu limbah domestik, limbah industri, limbah dari pertanian, limbah dari kegiatan wisata, limbah dari dunia medis atau yang disebut juga limbah medis.

Untuk itu berikut ini adalah ulasan dari limbah-limbah tersebut.  

Limbah Domestik 

Seperti namanya, limbah domestik adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari.

Lebih tepatnya adalh limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga.

Limbah domestik paling banyak dihasilkan pada kegiatan massal seperti kegiatan jual beli di pasar.

Bisa juga dihasilkan dari kegiatan memasak di dapur atau buang air dan sebagainya. 

Limbah Industri 

Seperti namanya pula, limbah industri dihasilkan dari kegiatan industri.

Kegiatan industri ini bisa meliputi bidang yang sangat luas.

Mulai dari limbah makanan yang dihasilkan oleh bisnis restoran, limbah asap yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik dan bentuk-bentuk limbah yang lain.

Limbah ini merupakan hasil buangan dari proses industri yang berlangsung. 

Limbah Pertanian 

Limbah pertanian adalah limbah yang berasal dari daerah yang aktivitas utamanya adalah pertanian.

Tidak hanya kegiatan pertanian, limbah pertanian juga bisa dihasilkan dari kegiatan perkebunan.

Limbah ini biasanya memiliki jenis limbah organik karena umumnya mudah terurai. 

Limbah Pertambangan

Limbah Pertambangan adalah limbah yang berasal dari daerah yang aktivitas utamanya adalah pertambangan.

Biasanya limbah dari aktivitas tambang ini memiliki senyawa kimia dan karakteristik kimiawi yang tinggi.

Sehingga jika tidak diolah dengan baik beresiko untuk merusak lingkungan sekitar. 

Limbah Wisata 

Limbah wisata adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan wisata atau mobilitas masyarakat.

Hal ini termasuk limbah asap dari sarana transportasi.

Limbah minyak dari perahu atau kapal yang digunakan dalam pengelolaan wisata bahari dan segala sesuatunya. 

Limbah Medis 

Sama seperti limbah pertambangan, biasanya limbah medis memiliki senyawa dan karakteristik kimiawi yang tinggi.

Pada umumnya adalah sisa dari pembuatan obat-obatan atau zat kimia yang digunakan dalam pengobatan.

Tentu saja, limbah ini harus memiliki pengelolaan yang baik. 

Diperlukan sebuah Instalasi Pengolahan Air Limbah Medis Seperti Halnya Instalasi Pengolahan limbah rumah sakit maupun untuk yang lebih kecil ipal medis puskesmas

Kategori Limbah Berdasarkan Komposisi atau Senyawanya

Adanya limbah organik dan anorganik adalah penggolongan limbah berdasarkan senyawanya.

Selain organik dan anorganik jika dikelompokkan berdasarkan senyawanya ada juga golongan limbah B3.

Berikut ini adalah ulasan mengenai ketiga jenis limbah tersebut. 

Limbah Organik 

Secara sederhana limba organik adalah limbah yang mengandung material yang dapat diuraikan kembali.

Limbah ini mudah membusuk dan dipengaruhi oleh bakteri pengurai biasanya berasal dari alam maupun tumbuh-tumbuhan.

Contoh limbah organik sendiri seperti daun-daun, limbah dari memasak seperti kulit telur, kulit bawang, dan sisa makanan, kotoran hewan.

Sisa makanan dan sisa dari kegiatan organik lainnya. 

Limbah Anorganik 

Limbah Anorganik bisa disebut sebagai kebalikan dari limbah organik.

Jika limbah organik tersusun dari material yang dapat diuraikan.

Maka limbah anorganik disusun dari material yang sulit diuraikan bahkan tidak bisa terurai sama sekali.

Limbah anorganik sulit bahkan tidak bisa dipengaruhi sama sekali oleh bakteri pengurai.

Limbah anorganik inilah yang biasanya menghasilkan dampak buruk pada lingkungan secara luas. 

Contoh dari limbah anorganik sendiri adalah limbah pabrik yang mengandung zat kimia tinggi, limbah asap, sisa kain dari industri tekstil, sampah botol plastik yang tidak didaur ulang kembali, kemasan sachet yang dibuang sembarangan.

Sampai sampah industrial yang berbentuk logam dan padatan. 

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

B3 adalah singkatan dari Bahan Berbahaya dan Beracun dan memang seperti namanya.

Limbah jenis ini bisa sangat berbahaya. Baik bagi lingkungan, kesehatan makhluk hidup, sampai keberlangsungan lingkungan.

Limbah B3 biasanya memiliki kandungan zat kimia yang tinggi yang bersifat merusak. 

Karena sifat-sifat berbahaya inilah dalam pengelolaannya limbah B3 memerlukan pengelolaan dan penangan yang khusus.

Beberapa limbah B3 bahkan memiliki sifat mudah meledak, korosif atau dapat merusak besi, kausatif atau dapat merusak kulit, meracuni tanah dan air, dan berbagai sifat berbahaya lainnya. 

Senyawa yang biasanya dikandung oleh limbah B3 biasanya merupakan senyawa logam berat seperti Cr, Cd, Fe, Pb, Al, dan senyawa lainnya.

Ada pula senyawa kimia seperti sianida, fenol, sulfida, dan bahan berbahaya lainnya. 

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa adanya limbah organik dan anorganik adalah penggolongan limbah berdasarkan senyawanya.

Kedua limbah tersebut juga bisa dibedakan melalui karakteristik dan sumbernya.

Di mana limbah organik biasanya dihasilkan oleh kegiatan yang lebih domestik.

Memiliki karakteristik yang mudah terurai karena mengandung kandungan biologis tinggi. 

Sedangkan untuk limbah anorganik cenderung dihasilkan oleh kegiatan hasil industri.

Memiliki karakteristik yang tidak bisa bahkan sulit untuk diuraikan.

Namun selalu ada solusi untuk mencegah limbah-limbah ini untuk mencemari lingkungan.

Utamanya adalah dengan sistem pengelolaan limbah yang baik. 

Terutama pada industri yang menghasilkan jenis limbah seperti B3.

Harus memiliki protokol pengelolaan limbah yang memadai.

Dengan pengelolaan yang memadai kegiatan produksi dan masyarakat bisa berlangsung tanpa menimbulkan dampak merusak lingkungan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *